Bagaimana Hukum Qurban di Idul Adha dengan Berhutang?

Bila diukur berdasarkan pada statistik yang sederhana, dapat disimpulkan bila sebagian besar masyarakat yang berada di Indonesia berada pada kelas menengah dan menengah ke atas. Statistik ini juga menggambarkan seperti apa kekuatan masyarakat muslim yang berada di Indonesia. jika kita sudah membicarakan zakat, sedekah hingga kurban. Berbagai ibadah yang bisa membersihkan rejeki semakin lama menjadi sebuah trend yang positif lebih-lebih pada ibadah kurban.

 

Sayangnya, hidup kadang berada di atas kadang kita berada di bagian paling bawah, termasuk dalam segi ekonomi. Bila sudah terlanjur meniatkan ibadah kurban saat Idul Adha tahun ini, namun daya ekonomi tidak mencukupi, apa yang harus dilakukan? Bila berada dalam posisi demikian, pilihannya hanya 2, yakni menunda ibadah kurban hingga tahun depan atau memilih berhutang agar bisa menutupi kekurangan dana. Lalu, muncullah pertanyaan, bagaimana hukum qurban di Idul Adha jika kita berhutang?

 

Di setiap ibadah kurban yang dilakukan muslim, terdapat begitu banyak hikmah dan keutamaan kurban yang secara nyata bisa terasa. Ibadah kurban merupakan sunnah Rasulullah SAW yang selalu rutin dikerjakan setiap tahunnya. Bahkan tidak diperoleh hadits shohih yang menerangkan keutamaan berqurban kecuali sudah terpatri di dalam semangat, hati dan kesungguhan Rasulullah SAW ketika menjalankan syariat ini. apalagi mengingat hadits yang berkata bila setiap aliran darah serta bulu yang dialirkan dari hewan yang disembelih atas nama Allah SWT akan memiliki nilai kebaikan.

 

Atas dasar keutamaan inilah, makan wajar bila muslim yang berada di Indonesia yang mengusahakan berbagai macam cara agar bisa memampukan keuangannya untuk menjalankan ibadah kurban di hari raya Idul Adha ini tidak terkecuali dengan menggunakan hutang. Hukum kurban pada dasarnya ialah Sunnah Mu’akkadah, ini berarti mayoritas ulama mengatakan hukum kurban ialah diutamakan untuk yang mampu, tetapi meninggalkannya padahal mampu, berarti ia memiliki sikap yang dibenci Rasulullah SAW.

 

Di dalam konteks ini terdapat kasus ketidakmampuan ekonomi tetapi ingin berkurban dengan cara berhutang agar bisa membeli hewan kurban. Hukum kurban yang dikenakan padanya makruh atau tidak dianjurkan, karena ibadah kurban memiliki keutamaan kelapangan hati serta keikhlasan yang sepertinya akan sulit bila berhutang. Hutang di dalam agama Islam bukan hal yang dianjurkan, bahkan hutang dapat menjadi penghalang untuk masuk ke pintu surga. Kesimpulannya ialah, berkurban dengan menggunakan cara berhutang tidak dianjurkan. Bila tahun ini uang yang Anda miliki masih belum cukup untuk melaksanakan ibadah kurban, lebih baik Anda menundanya terlebih dahulu hingga tahun berikutnya, dibandingkan dengan harus berhutang menggunakan hutang, apalagi jika Anda tidak memiliki jaminan untuk membayar hutang, ditakutkan hutang tidak bisa dibayar dan menjadi penghalang untuk masuk ke surga.