Cara Alami Meningkatkan Kesuburan

Kurangi Karbohidrat
Mengikuti diet rendah karbohidrat umumnya direkomendasikan untuk wanita dengan sindrom ovarium polikistik (PCOS).

Diet rendah karbohidrat dapat membantu Anda mempertahankan berat badan yang sehat, mengurangi kadar insulin dan mendorong kehilangan lemak, sambil membantu keteraturan menstruasi (13, 14, 15).

Satu studi observasional besar menemukan bahwa saat asupan karbohidrat meningkat, risiko infertilitas juga meningkat (16).

Dalam penelitian tersebut, wanita yang makan lebih banyak karbohidrat memiliki risiko infertilitas ovulasi sebesar 78% lebih tinggi daripada mereka yang mengikuti diet rendah karbohidrat (16).

mati pucuk

ubat tahan lama

Studi kecil lainnya di kalangan wanita dengan obesitas dan obesitas dengan PCOS melaporkan bahwa mengonsumsi makanan rendah karbohidrat mengurangi kadar hormon, seperti insulin dan testosteron, yang keduanya dapat menyebabkan infertilitas (15).

2. Makan Karbohidrat Kurang Sedikit
Bukan hanya jumlah karbohidrat yang penting, tapi juga tipenya. Karbohidrat dimurnikan mungkin sangat bermasalah.

Karbohidrat olahan termasuk makanan bergula dan minuman dan biji-bijian olahan, termasuk pasta putih, roti dan nasi.
Karbohidrat ini diserap dengan sangat cepat, menyebabkan lonjakan kadar gula darah dan insulin. Karbohidrat dimurnikan juga memiliki indeks glisemik tinggi (GI).

Satu studi observasional besar menemukan bahwa makanan tinggi GI dikaitkan dengan risiko infertilitas ovulasi yang lebih besar (16).

Mengingat PCOS dikaitkan dengan kadar insulin tinggi, karbohidrat olahan bisa membuatnya menjadi lebih buruk.

3. Makan Lebih Serat
Serat membantu tubuh Anda menyingkirkan kelebihan hormon dan menjaga keseimbangan gula darah.

Beberapa contoh makanan berserat tinggi adalah biji-bijian, buah-buahan, sayuran dan kacang-kacangan.

Beberapa jenis serat dapat membantu menghilangkan kelebihan estrogen dengan mengikatnya ke dalam usus.

Kelebihan estrogen ini kemudian dikeluarkan dari tubuh sebagai produk limbah.

Satu studi menemukan bahwa mengkonsumsi 10 gram serat sereal lebih banyak per hari dikaitkan dengan risiko infertilitas ovulasi 44% lebih rendah di antara wanita berusia di atas 32 tahun (16).

Namun, bukti tentang serat dicampur. Dalam penelitian lain terhadap 250 wanita berusia 18 sampai 44, mengkonsumsi 20-35 gram serat per hari dikaitkan dengan risiko siklus ovulasi ovulasi yang hampir 10 kali lebih tinggi (17).

4. Sumber Protein Swap


Mengganti beberapa protein hewani (seperti daging, ikan dan telur) dengan sumber protein nabati (seperti kacang, kacang-kacangan dan biji-bijian) dikaitkan dengan penurunan risiko infertilitas (2).

Satu studi menemukan bahwa asupan protein yang lebih tinggi dari daging dikaitkan dengan peluang 32% lebih tinggi untuk mengembangkan infertilitas ovulasi (2).

Di sisi lain, mengonsumsi lebih banyak protein nabati dapat melindungi dari ketidaksuburan (18).

Sebuah studi menunjukkan bahwa ketika 5% dari total kalori berasal dari protein nabati dan bukan protein hewani, risiko infertilitas ovulasi menurun lebih dari 50% (18).

Karena itu, pertimbangkan mengganti beberapa protein daging dalam makanan Anda dengan protein dari sayuran, kacang-kacangan, kacang lentil dan kacang-kacangan.