Dokumen Terbunuhnya JFK Disensor dan Disunting?

Amerika Serikat pada Kamis, 26 Oktober waktu setempat telah merilis sekitar 2.800 dari kisaran 3.100 dokumen rahasia seputar pembunuhan Presiden AS John Fitzgerald.

Beberapa dokumen yang telah diungkap ke publik menguak fakta mengejutkan yang belum pernah diketahui sebelumnya. Sementara, sisa dokumen lain tetap dinyatakan rahasia atas usulan Agensi Intelijen Pusat AS (CIA) dan FBI.

Satu undang-undang, The President John F Kennedy Assasination Records Collection Act 1992 mewajibkan semua dokumen sekitar masalah itu disibak ke umum 25 th. lalu, persisnya pada 2017 ini. Tenggat saat pengungkapan dokumen itu yaitu Kamis, 26 Oktober 2017.

Donald Trump inginkan supaya dokumen sekitar pembunuhan Presiden JFK dipublikasikan semakin banyak daripada jumlah yang sudah ada saat ini. Tetapi, karena sebagian agensi pemerintah — sebagian salah satunya yaitu CIA serta FBI — yang mengungkap keberatan atas gagasan launching itu, jadi sebagian dokumen dinyatakan tetaplah dirahasiakan.

Berkaitan hal itu, sebelumnya dokumen itu dilaunching pada Kamis 26 Oktober, Trump ditempatkan pada dua pilihan. Melaunching semua 3. 100 dokumen tanpa ada sensor atau memublikasikan 2. 800 dokumen tetapi melibatkan tubuh intelijen serta penegak hukum memberi redaksional.

Trump juga pilih pilihan ke-2, yang malah ia sesali.

” Presiden begitu tidak sukai dengan beragam redaksional itu. Ia berasumsi beberapa agensi itu tidak mempunyai semangat hukum, ” kata seseorang petinggi Gedung Putih yang memohon tidak dijelaskan namanya.

Disamping itu, Juru Bicara Kepresidenan Sarah Sanders menyebutkan, ” Presiden menuntut transparansi dari beberapa agensi serta memohon mereka meminimalisir redaksional tanpa ada penundaan lebih lama. ”

Baca Juga: Cara mencetak dokumen

Seperti diambil dari CNN, beragam agensi intelijen serta instansi penegak hukum di AS bersama-sama melayang-layangkan surat pada Trump. Berisi memohon supaya sang presiden menahan untuk memublikasikan dokumen itu — terlebih yang terkait dengan mereka — serta memohon redaksional dari agensi yang disebut.

Saat ini, instansi yang memohon supaya dirahasiakan pada hari Kamis juga akan mempunyai saat lima bln. untuk lakukan tinjauan sekunder atas dokumen itu. Kemudian, mereka mesti memajukan alasantasi serta melapor ke US National Archive kenapa mereka percaya dokumen itu mesti tetaplah dirahasiakan.