Menghadapi Diare Pada Anak yang Menjadi Tugas Penting Orang Tua

Rasanya semua orang pernah mengalami masalah diare. Masalah kesehatan yang satu ini mungkin terdengar sepele. Akan tetapi pada kenyataannya dapat berakibat fatal jika tidak memperoleh penanganan yang segera. Mengingat bahwa diare membuat kondisi penderitanya kehilangan cairan tubuh yang banyak sehingga penderitanya akan semakin lemas. Apalagi jika kondisi ini dialami oleh anak-anak, yang mana daya tahan tubuhnya tidak lebih baik sehingga diare pada anak pun dapat memicu kondisi kesehatan anak yang buruk apabila tidak segera ditangani. Penyebab diare pada anak tak lain juga sama halnya dengan orang dewasa, yakni usus yang terinfeksi oleh virus, bakteri dan juga parasit. Saat anak mengalami diare, disini peran orang tua tentu sangat besar untuk melakukan penanganan yang segera sebelum diare terjadi semakin parah.

kenali penyebab diare

Gejala Yang Muncul Pada Penderita Diare Bervariasi

Gejala yang muncul saat anak mengalami diare ada bervariasi, tergantung juga dengan penyebab diare pada anak yang terjadi. Beberapa diantaranya adalah hanya merasakan sakit perut yang singkat dengan intensitas buang air besar yang tidak terlalu sering juga serta kondisi feses yang tidak terlalu encer, sampai dengan gejala yang lebih parah adalah mengalami kram perut dengan intensitas BAB yang semakin sering serta feses encer. Dalam kondisi yang lebih parah lagi, kram perut dan juga demam tinggi bisa dialami oleh anak. Para orang tua haruslah dapat dengan cermat mewaspadai diare pada anak. Pasalnya, di Indonesia sendiri diare adalah salah satu penyebab kematian yang persentasenya besar dengan kata lain tidak sedikit nyawa anak hilang karena diare. Oleh sebab itu, masalah diare tidak dapat diremehkan begitu saja. Apalagi yang mengalami adalah anak-anak. Biasakan si kecil untuk menjalankan kebiasaan sehat agar dapat menghindari penyebab diare pada anak.

Segera Gantikan Cairan Tubuh Yang Hilang Pada Penderita Diare

Waspadai gejala-gejala diare pada anak. Anak dikatakan mengalami diare apabila ia buang air besar lebih dari tiga kali dalam sehari dan berupa cairan. Semakin tinggi intensitas buang air besar anak, maka kondisi yang demikian haruslah semakin diwaspadai. Segera gantikan cairan tubuh si kecil yang hilang karena diare dengan mengkonsumsi cairan dalam jumlah yang lebih banyak dibandingkan biasanya. Ajak anak untuk minum air putih lebih banyak agar masalah dehidrasi bisa terhindarkan. Pasalnya, dehidrasi yang terjadi saat anak diare hanya akan memperburuk kondisi diare yang dialami si kecil. Ajarkan juga si kecil untuk senantiasa menjaga kebersihan diri. Seperti selalu mencuci tangan pakai sabun Lifebuoy setelah dari kamar mandi, sebelum makan, selesai bermain dan di berbagai waktu penting lainnya. Dengan begitu, penyebab diare pada anak pun bisa dijauhi dengan lebih optimal.

Beberapa Alternatif Pengganti Cairan Tubuh Yang Hilang Karena Diare

Untuk pemberian cairan pada anak yang mengalami diare agar cairan tubuhnya segera tergantikan, berikan ia cairan setiap saat setelah buang air besar dan terus berlanjut di banyak waktu. Untuk si kecil yang masih dibawah 2 tahun, yang berarti ia masih mendapatkan asupan ASI, beri ia ASI sesering mungkin, terlebih jika dibawah 1 tahun. Untuk usia 1 tahun, bisa dengan diselingi pemberian setengah gelas air setiap selesai buang air besar. Sementara untuk anak di atas usia 2 tahun, alias sudah tidak meneerima ASI, bisa berikan satu gelas air putih setiap selesai buang air besar dan juga imbangi dengan konsumsi yang dapat membantu mencukupi kebutuhan cairan dan nutrisi saat diare, seperti teh tawar, air kelapa, oralit, sampai dengan sup hangat. Segeralah hubungi dokter apabila kondisi anak yang mengalami diare semakin parah, yakni buang air besar lebih dari 6 kali dalam sehari. Hindarkan si kecil dari berbagai penyebab diare yang terjadi pada anak agar kondisinya tidak semakin parah.

Referensi Artikel Menghadapi Diare Pada Anak yang Menjadi Tugas Penting Orang Tua http://www.lifebuoy.co.id/article/detail/1174675/waspada-inilah-bakteri-bakteri-penyebab-diare