Sambal Dabu-Dabu, Si Pedas Nikmat dari Sulawesi Utara

sambal dabu dabu
sambal dabu dabu

Bukan hanya orang Padang saja yang terkenal dengan masakan yang membakar lidah, orang Manado, Sulawesi Utara pun rata-rata doyan pedas. Hampir semua ragam masakan Manado menggunakan cabai. Salah satu jenis sambal populer khas Manado yang terkenal akan citarasanya ialah sambal dabu-dabu. Dabu-dabu sendiri artinya adalah sambal, dalam bahasa masyarakat Manado. Sambal dabu-dabu ini sangat pas dijadikan pendamping masakan yang tidak berbumbu cabai.

 Nah tertarik menyicipi sambal dabu-dabu? Tenang tak perlu jauh-jauh ke Sulawesi, berikut kami bagikan resep rahasianya. Dintip yuk!

 

Resep Dabu-Dabu Khas Manado:

  • Bahan-bahan yang diperlukan antara lain; cabe merah keriting dan cabe rawit sesuai selera, 2 siung bawang merah ukuran sedang, 1 buah tomat ukuran sedang, garam, ¼ sdt terasi bakar, dan sedikit minyak jelantah panas yang masih bagus.
  • Cara membuatnya; Haluskan semua bahan dengan menggunakan lisung atau ulekan, tidak perlu terlalu halus. Terakhir, tuang minyak jelantah panas lalu aduk hingga merata.

 

Beragam Jenis Dabu-Dabu

Sambal dabu-dabu bisa dijadikan pendamping semua makanan, mulai dari ikan bakar/goreng hingga pisang goreng. Paling enak disajikan sebagai pelengkap ikan atau aneka seafood bakar. Perpaduan rasa pedas dan sedikit asam menjadikan sambal ini terasa segar dan dapat menetralisir aroma amis dari ikan atau seafood.

Nah, tahukah Anda, ternyata terdapat beberapa variasi sambal dabu-dabu sesuai dengan makanan pendampingnya. Berikut ulasannya:

Dabu-Dabu Lilang.

Dabu-dabu lilang mirip dengan resep sambal dabu-dabu di atas, hanya saja minyaknya jelantahnya diganti dengan perasan air jeruk nipis. Perbedaan lainnya adalah bahan-bahan seperti cabe, bawang dan tomat diiris kecil-kecil. Konon, bahan-bahan ini dipotong-potong dengan lilang (sejenis parang) sehingga disebut demikian. Dabu-dabu lilang paling enak dimakan bersama ikan bakar seperti mujair, tuna atau tude.

 

Dabu-Dabu Roa.

Ada 2 versi dabu-dabu roa, yakni basah dan kering. Bahan dasarnya sama dengan dabu-dabu pada umumnya, lalu ditambahkan ikan roa kering yang sudah dihaluskan/disuwir-suwir. Ikan roa adalah sejenis ikan bermoncong 5 cm dan merupakan ikan khas Sulawesi Utara.

Cara membuat dabu-dabu roa versi kering adalah dengan mencampurkan semua bahan-bahan, dihaluskan lalu ditumis dengan minyak hingga kering. Dabu-dabu roa paling cocok disajikan sebagai pendamping tinutuan, pisang goreng maupun sebagai pendamping nasi atau lauk pauk lainnya.

 

Dabu-Dabu Bakasang.

Untuk dabu-dabu yang satu ini, menggunakan semua bahan dasar dabu-dabu kecuali tomat lalu ditambahkan dengan bakasang dan daun kemangi. Bakasang sendiri merupakan hasil fermentasi dari telur ikan cakalang dengan garam yang memiliki aroma dan rasa yang khas. Dabu-dabu bakasang paling nikmat disantap bersama tinutuan atau hidangan seafood lainnya.

 

Dabu-Dabu Kuning.

Dabu-dabu kuning dibuat dari bahan dasar dabu-dabu dengan jumlah tomat yang lebih sedikit atau tanpa tomat, lalu dihaluskan dengan bawang putih, kemiri, kunyit dan jahe. Setelah itu ditumis hingga harum.

Yang terakhir adalah sous. Sous ini dibuat dari bahan dasar sambal dabu-dabu dengan tambahan daun bawang sebagai pelengkap. Bawang merah dan daun bawang ditumis hingga layu, tambahkan cabai yang sudah dihaluskan lalu tomat. Tumis hingga harum dan meresap. Sous nikmat dijadikan pelengkap hampir semua jenis lauk mulai dari tahu tempe hingga ikan.

 

Makan tanpa sambal bagi sebagian orang memang seperti ada yang kurang. Jadi jangan ragu untuk menambahkan sambal dabu-dabu yang nikmat ini ke dalam menu makanan Anda.